Perjalanan Memilih Editor Programing (Bag. 1)

code-1

Bismillah…

 

Dalam membuat suatu program, maka sudah tidak dipungkiri lagi, kita membutuhkan sebuah tools yang mampu menjawab kebutuhan kita dalam menulis baris code. Permasalahannya adalah, editor apa yang dapat memenuhi kebutuhan kita dan yang terpenting ringan serta free (Masih aja nyari yang free…. hahahahaha).

Editor yang pertama kali saya gunakan adalah JCreator. Yap… JCreator merupakan editor yang dikhususkan untuk penulisan sintak (bahasa indonesianya apa yak :D) Java. Awal penggunaan bahasa pemrograman yang saya dalami adalah java. Kenapa java? Karena dulu belajarnya cuma itu di kampus. Saat itu ada editor yang juga mumpuni untuk melakukan programing untuk java, yaitu netBeansEditor yang sangat terkenal rakus memori tersebut akhirnya saya tinggalkan. Padahal potensinya sangat besar jika harus dibandingkan dengan JCreator. Apa potensinya yang besar kala itu? NetBeans mampu membuat GUI Java hanya dengan menarik object dari palette window mirip kayak VB. Asikkk, tapi apa gunanya kalau komputer tidak mampu… :v

Sampai akhirnya di dunia kerja, saya sudah tidak bisa menggunakan java lagi, karena tempat kerja saya menuntut saya menggunakan PHP. Hah, dalam hati bingung memilih editor yang bagus. Teman satu team saya menyarankan menggunakan Macromedia Dreamweaver (Dulu belum diakuisisi oleh adobe). Makanan apa lagi itu. Dan jujur, saya tidak begitu bisa PHP. Agak bohong memang kalau saya menuliskan di CV saya, kalau saya bisa menggunakan PHP hahahahahahaha. Tapi hidup ini kejam paman, prinsip saya, kalau semua bisa dipelajari, kenapa mesti takut dan mengatakan tidak bisa, ya gak?

Ok, kembali ke topik permasalahan. Semenjak saya kerja, saya menggunakan Macromedia Dreamweaver yang menurut saya, wow, ini keren lho. Masa saya ngetik code html Bisa segara muncul di Dreamwaver nya. Kerennnnnnn (Sambil gigit keyboard). Tapi kelemahan yang saya tidak suka dari Dreamweaver itu adalah, dia berbayar. Tidak free seperti yang saya harapkan. Ngenes 😀

Tidak lama saya gunakan Dreamweaver, akhirnya saya memutuskan menggunakan Notepad++. Wow, ini pure code, bedanya dengan notepad biasa adalah, Notepad++ berwarna di dalam sintak yang kita ketikkan.

Eh, nanti dilanjut lagi, Istri saya dah siapkan makan siang, waktunya makan. Makasih ya dah baca. Happy nice weekend

Iklan

2 responses to this post.

  1. Ternyata masih ada yang belum bisa move-on dari JCreator hahaha..

    Kalo PHP/Javascript gue pake Aptana Studio yang merupakan turunan dari Eclipse. Kalo Java jelas pake Eclipse yang rakus prosesor (tapi ram ga sebanyak Netbeans).

    Tapi kalo text editor favorit untuk koding macem-macem secara bersamaan cobain pake Sublime Text. Background hitamnya bikin betah koding berjam-jam 😀

    Balas

    • Posted by wanthook on 23 Agustus 2014 at 7:01 pm

      Udah move on kok gan. 5 tahun yang lalu. Sekarang kalo gak netbeans, notepad++ atau VIM hahahahaha

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: